Makalah Menumbuhkan Nasionalisme Terhadap Generasi Muda Melalui Pendidikan Karakter
KATA PENGANTAR
Syukur
Alhamdulillah penyusun ucapkan kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga
penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul "Menumbuhkan Nasionalisme Terhadap Generasi Muda Melalui
Pendidikan Karakter " tepat pada waktunya. Dan tidak lupa pula kita
sanjung pujikan kepada Nabi Besar Muhamad SAW yang telah membawa kita dari alam
yang gelap gulita ke alam yang terang benderang ini.
Penulis
menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam
pembuatan makalah ini.
Akhir
kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Terima
kasih yang sebesar – besarnya penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian Makalah ini. Wassalam.
Sigli,
22 Desember 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. 1
DAFTAR ISI................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah..................................................................................... 4
C. Tujuan....................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Penegrtian Nasionalisme........................................................................... 5
B. Pendidikan Karakter................................................................................. 7
C. Pengaruh Globalisasi Terhadap
Nilai-Nilai Indonesia.............................. 9
D. Menumbuhkan
Jiwa Nasionalisme Terhadap Generasi Muda.................. 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................................... 13
B.Saran.......................................................................................................... 13
Daftar pustaka............................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Proses
globalisasi yang bergulir, diiringi dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK) memungkinkan terjadinya perubahan lingkungan strategi
yang berdampak luas terhadap eksistensi dan kelangsungan kehidupan berbangsa
dan bernegara. Dari aspek eksternal, globalisasi menimbulkan pertemuan antar
budaya (culture ecounter) bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia, tidak terkecuali
Indonesia. Dengan kata lain, globalisasi berdampak pada terjadinya perubahan
sosial (social change) besar-besaran yang belum tentu semua perubahan itu
kongruen dengan kemajuan sosial (sosial progress). Dari aspek internal, kondisi
objektif bangsa Indonesia yang memang sejak diproklamasikan pada tanggal 17
Agustus 1945 merupakan negara dengan bangsa yang dibangun di atas keragaman dan
perbedaan, yakni perbedaan suku, agama, ras, etnis, budaya dan lain-lain. Di
satu sisi, jika mampu mengelolanya dengan baik, maka keragaman akan menimbulkan
keindahan dan harmoni, sebaliknya jika tidak mampu mengelolanya keragaman ini
akan memiliki potensi yang memunculkan perselisihan dan sengketa yang mengarah
ke perpecahan dan disintegrasi bangsa.
Secara
sosiologis dan psikologis, selain masyarakat luas, komunitas yang paling mudah
terkena pengaruh fenomena global itu adalah kalangan generasi muda, khususnya
para remaja, yang berada dalam fase kehidupan pancaroba yang labil dan fase
pencarian identitas diri. Fenomena ini sesungguhnya menjadi tantangan bagi
bangsa Indonesia. Apakah globalisasi akan berakibat pada kemerosotan atau
sebaliknya. Di sinilah letak penting dan sentralnya peran dunia pendidikan
dalam membawa para remaja khususnya dan generasi muda pada umumnya untuk menuju
ke arah perubahan sosial yang sekaligus bermakna kemajuan sosial dan kemajuan
bangasa. Dalam hal ini, pendidikan menjadi penentu masa depan bangsa dan negara
ke depan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian Nasionalisme ?
2. Apa
pengertian Pendidikan Karakter ?
3. Apa
pengaruh globalisasi terhadap nilai-nilai Indonesia ?
4. Bagaimana
menumbuhkan jiwa nasionalisme terhadap generasi muda melalui pendidikan
berkarakter ?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Untuk
Mengetahui Apa pengertian Nasionalisme
2. Untuk
Mengetahui Apa pengertian Pendidikan Karakter
3. Untuk
Mengetahui Apa pengaruh globalisasi terhadap nilai-nilai Indonesia
4. Untuk
Mengetahui Bagaimana menumbuhkan jiwa nasionalisme terhadap generasi muda
melalui pendidikan berkarakter
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Nasionalisme
Nasionalisme
Indonesia adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia
untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Secara etimologi
Nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan
yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki
kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa; memiliki rasa
solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air,
sebangsa dan senegara; persatuan dan kesatuan
Menurut
Ensiklopedi Indonesia Nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari
sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan
cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap
kelompok bangsanya. Nasionalisme dapat juga diartikan sebagai paham yang
menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara (nation) dengan mewujudkan
suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Bertolak
dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nasionalisme adalah paham
yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikan kepada negara
dan bangsanya, dengan maksud bahwa individu sebagai warga negara memiliki suatu
sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi
kemajuan, kehormatan dan tegaknya kedaulatan negara dan bangsa. Nasionalisme
adalah sikap atau perilaku yang diwujudkan atau diaktualisasikan dalam bentuk
tindakan untuk memelihara dan melestarikan identitas untuk memajukan bangsa dan
negara, dengan mengatasi setiap masalah yang menghalangi kemajuan sebuah
bangsa. Nasionalisme adalah rasa cinta setiap elemen bangsa kepada tanah air
yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin nasionalis, seseorang akan
semakin mengutamakan kepentingan bangsa dibandingkan kepentingan kelompok atau
pribadi.
Nasionalisme
Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor, diantaranya adalah faktor internal dan
faktor eksternal yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Faktor
Internal
Faktor
internal yang mempengaruhi Nasionalisme Indonesia adalah :
·
Kenangan kejayaan masa lampau.
·
Perasaan senasib dan sepenanggunan
akibat penderitaan dan kesengsaraan masa penjajahan.
·
Munculnya golongan cendekiawan.
·
Paham nasionalis yang berkembang dalam
bidang politik, sosial ekonomi, dan kebudayaan.
b. Faktor
Eksternal
Faktor
eksternal yang mempengaruhi Nasionalisme Indonesia adalah :
·
Kemengan Jepang atas Rusia (1905)
·
Perkembangan Nasionalisme diberbagai negara
·
Munculnya paham-paham baru
Tumbuhnya
Nasionalisme di Indonesia karena adanya faktor pendukung diatas maka di
Indonesiapun mulai muncul semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme ini
digunakan sebagai ideologi/paham bagi organisasi pergerakan nasional yang ada.
Ideologi Nasional di Indonesia diperkenalkan oleh Partai Nasional Indonesia
(PNI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk memperjuangkan
kehidupan bangsa Indonesia yang bebas dari penjajahan. Sedangkan cita-citanya
adalah mencapai Indonesia merdeka dan berdaulat, serta mengusir penjajahan
pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan Nasionalisme dijadikan sebagai
ideologi maka akan menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki kesamaan budaya,
bahasa, wilayah serta tujuan dan cita-cita. Sehingga akan merasakan adanya
sebuah kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsa tersebut.
Perkembangan
Nasionalisme di Indonesia sebagai upaya menumbuhkan rasa nasionalisme di
Indonesia diawali dengan pembentukan identitas nasional yaitu dengan adanya
penggunaan istilah “Indonesia” untuk menyebut negara kita ini. Dimana
selanjutnya istilah Indonesia dipandang sebagai identitas nasional, lambang
perjuangan bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan. Kata yang mampu
mempersatukan bangsa dalam melakukan perjuangan dan pergerakan melawan
penjajahan, sehingga segala bentuk perjuangan dilakukan demi kepentingan
Indonesia bukan atas nama daerah lagi.
B.
Pendidikan
Karakter
Secara
harfiah karakter artinya “kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama atau
reputasi. Dalam kamus Psikologi dinyatakan bahwa karakter adalah kepribadian
ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang yang
biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relative tetap. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku
manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama
manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap,
perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata
krama, budaya, dan adat istiadat.
Pendidikan
karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga
sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan
tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha
Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi
manusia insan kamil. Dalam pendidikan
karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk
komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses
pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata
pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas, pemberdayaan sarana
prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Pendidikan
karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran.
Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap
mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks
kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pembelajaran nilai-nilai karakter tidak
hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengamalan
nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan
karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan
di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia
peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi
lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara
mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan
menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia
sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Melalui program ini diharapkan
setiap lulusan memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu,
sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya
Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya
diharapkan menjadi budaya sekolah.
Pendidikan
karakter di sekolah sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah.
Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan,
dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah
secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi, nilai-nilai yang
perlu ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan
tenaga kependidikan, dan komponen terkait lainnya.
Dengan
demikian manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam
pendidikan karakter di sekolah. Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian
pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah. Budaya sekolah yang
dimaksud yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang
dipraktikkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah.
C.
Pengaruh
Globalisasi terhadap Nilai-nilai Indonesia
Globalisasi
adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas
wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang
dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya
sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi
bangsa- bangsa di seluruh dunia.
Globalisasi
berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi
ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam
interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua
bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah
faktor pendukung utama dalam globalisasi. Kehadiran globalisasi tentunya
membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh
tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.
Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik,
ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai
nasionalisme terhadap bangsa.
1. Pengaruh
positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
v Dilihat
dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan
demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika
pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat
tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa
nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
v Dari
aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan
kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut
akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional
bangsa.
v Dari
globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti
etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju
untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan
mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
2. Pengaruh
negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
v Globalisasi
mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan
dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi
Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa
nasionalisme bangsa akan hilang
v Dari
globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza
Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk
dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita
terhadap bangsa Indonesia.
v Mayarakat
kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa
Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh
masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
v Mengakibatkan
adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya
persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan
pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan
nasional bangsa.
v Munculnya
sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama
warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan
kehidupan bangsa.
Pengaruh-
pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap
nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa
nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi
mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri
dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di
negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum
tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif
dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan
nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Pengaruh
Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda
Arus
globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda.
Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi
tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri
sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul
dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari
cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis
yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan
yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal cara
berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak
ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih
suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak
remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan
sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi
internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat
diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi
santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita
memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat
kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak
semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja,
ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat
menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan
handphone.
Dilihat
dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan
cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi
menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati
mereka.
D.
Menumbuhkan
Jiwa Nasionalisme Terhadap Generasi Muda melalui Pendidikan Karakter
Globalisasi
adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas
wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang
dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya
sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa
di seluruh dunia. Arus globalisasi
begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi
terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah
membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa
Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam
kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Secara
sosiologis dan psikologis, selain masyarakat luas, komunitas yang paling mudah
terkena pengaruh fenomena global itu adalah kalangan generasi muda, khususnya
para remaja, yang berada dalam fase kehidupan pancaroba yang labil dan fase pencarian
identitas diri. Fenomena ini sesungguhnya menjadi tantangan bagi bangsa
Indonesia. Apakah globalisasi akan berakibat pada kemerosotan atau sebaliknya.
Di sinilah letak penting dan sentralnya peran dunia pendidikan dalam membawa
para remaja khususnya dan generasi muda pada umumnya untuk menuju ke arah
perubahan sosial yang sekaligus bermakna kemajuan sosial dan kemajuan bangsa.
Dalam hal ini, pendidikan menjadi penentu masa depan bangsa dan negara ke
depan.
Seperti
yang dikemukakan oleh Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yodhoyono bahwa ada
lima isu penting dalam dunia pendidikan. Salah satunya isu mengenai hubungan
pendidikan dengan pembentukan watak atau dikenal dengan pembangunan karakter
(character building). Presiden menyatakan bahwa kemajuan pendidikan tidak boleh
melupakan pembangunan karakter. Oleh karena itu, Presiden melalui Kementrian
Pendidikan Nasional (Kemendiknas) meluncurkan Program Pendidikan Karakter.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Landasan
dasar pendidikan karakter adalah nasionalisme dengan memberikan orientasi nilai
(value of orientation) bagi kemajuan peradaban bangsa dan negara ke depan
dengan mengintegrasikan semangat nasionalisme dengan kebutuhan kemajuan bangsa
di masa depan. Sehingga dengan pendidikan karakter inilah terciptanya satu
perubahan dari sekadar good menjadi great yang dibutuhkan bagi kesuksesan
membangun peradaban bangsa di masa depan. Great character, great personality,
and great achievement for the future dapat dijabarkan secara konkrit. Sejatinya
kepribadian dan citra diri bangsa menjadi kekuatan etos, semangat etik dan
moral yang diharapkan bagi kemajuan bangsa ini di masa depan.
B. Saran
Sebagai
bangsa yang demokratis, seharusnya kita dapat menerapkan pendidikan karakter
secara efektif dan efisien, untuk menumbuhkan dan membangkitkan kembali jiwa
nasionalisme yang sudah mulai memudar akibat pengaruh globalisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Jamli,
Edison dkk.2005 .Kewarganegaraan.2005. Jakarta: Bumi Akasara
Achie
Sudiarti Luhulima, 2009. Nasionalisme. Bandung: Alumni.
Agung
Wahyono. 2017.Pendidikan Karakter. Jakarta: Sinar Grafika
Andi
Hamzah. 2016.Pendidkan Nasionalisme. Jakarta:
Sinar Grafika
Bagong
Suyanto dkk. 2018. Nasionalisme Dan Kemajuan. Surabaya: Sinar Gama
Makalah Ini Disusun Oleh Tim Kepala Bagian Informasi Dan Publikasi Pesantren Dayah Nurul Faizin Al-Munawwarah Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya Provinsi Aceh Indonesia 24184 Melalui pengutipan sumber yang tersebar di blog-blog/websit-website
Kami Mengizinkan Makalah ini untuk di Copy Paste, cetak, dan di bagikan untuk siapapun. Kami Hanya Berharap Dari Pihak Pembaca Untuk Mendonasikan Sedikit hartanya (Serelanya, kami tidak memaksa) Untuk PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN DAYAH NURUL FAIZIN AL-MUNAWWARAH.
Donasi Dapat anda kirimkan ke Alamat kami di : Jalan Kuala Tari Desa Beurandeh Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya Provinsi Aceh Negara Indoensia. Atau bisa juga transfer melalui Bank, No rekening Bisa Di Dapatkan dengan Telp/Sms/Whatsaap : 082274551246. (No. Rekening nanti akan kami kirimkan, Sengaja kami rahasiakan untuk menjamin bahwa donasi anda benar-benar sampai kepada kami ).
Kunjungi Media kami Agar anda lebih yakin dengan kami di :
Link Grup Whatsaap : https://chat.whatsapp.com/JMYI7uNZjDE93W08hWTFDa (Untuk Memantau Proses penggunaan Donasi Anda)
Hape/sms/Whatsaap : 082274551246 (Untuk Informasi)
web : http://dayahnurfa.blogspot.com (Untuk Menambah Pengetahuan)
Facebook : https://facebook.com/dayahnurulfaizin (Untuk Lebih Dekat Dengan Kami Dan Memantau Penggunaan Donasi Anda)
Email : www.dayahnurulfaizin@gmail.com
Share/Bagikan Keteman, kerabat, Dan Famili Anda.....
Note : Semua sumber berasal dari blog/website lain, Adanya buku dan penulis di Daftar Pustaka/Sumber adalah merupakan bawaan dari blog asal. Daftar Pustaka/Sumber Dalam Makalah/Tulisan Ini ada beberapa yang di buat-buat untuk beberapa keperluan. Sedangkan Isinya Kami Yakin 100 Persen akurat bisa dibandingkan dengan berbagai blog lainnya. Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar