Makalah Awal Persoalan Filsafat
KATA PENGANTAR
Syukur
Alhamdulillah penyusun ucapkan kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga
penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul "Persoalan Awal Filsafat" tepat pada waktunya. Dan tidak
lupa pula kita sanjung pujikan kepada Nabi Besar Muhamad SAW yang telah membawa
kita dari alam yang gelap gulita ke alam yang terang benderang ini.
Penulis
menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam
pembuatan makalah ini.
Akhir
kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Terima
kasih yang sebesar – besarnya penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian Makalah ini. Wassalam.
Sigli,
22 Maret 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah..................................................................................... 2
C. Tujuan....................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Filsafat.................................................................................... 5
B. Persoalan
Awal Munculnya Filsafat......................................................... 7
C.
Klasifikasi Filsafat.................................................................................... 7
D. Karakteristik Filsafat................................................................................ 9
E. Kegunaan Filsafat .................................................................................... 10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................................... 12
B.Saran.......................................................................................................... 12
Daftar
pustaka............................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada
awalnya yang pertama muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus merupakan
bagian dari filsafat. Sehingga dikatakan bahwa filsafat merupakan induk atau
ibu dari semua ilmu (mater scientiarum).
Karena objek material filsafat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan,
padahal ilmu-ilmu membutuhkan objek khusus.
Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat. Dalam perkembangan
berikutnya, filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu, tetapi
sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri, yang juga mengalami
spesialisasi. Dalam taraf peralihan ini
filsafat tidak mencakup keseluruhan, tetapi sudah menjadi sektoral. Contohnya
filsafat agama, filsafat hukum, dan filsafat ilmu adalah bagian dari
perkembangan filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu
bidang tertentu. Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat
sangat relevan untuk dikaji dan didalami.
Meskipun
pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat, ini
tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus menjadi terputus. Dengan
ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu, hal ini menimbulkan batas-batas yang
tegas di antara masing-masing ilmu. Dengan kata lain tidak ada bidang
pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. Di sinilah
filsafat berusaha untuk menyatu padukan masing-masing ilmu. Tugas filsafat
adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang
didasarkan atas pengalaman kemanusian yang luas.
Ada
hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. Banyak masalah filsafat yang
memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila pembahasannya tidak ingin
dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat
sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi
perkembangan ide-ide filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan
ilmiah.
Akumulasi
penelaahan empiris dengan menggunakan rasionalitas yang dikemas melalui
metodologi diharapkan dapat menghasilkan dan memperkuat ilmu pengetahuan
menjadi semakin rasional. Akan tetapi, salah satu kelemahan dalam cara berpikir
ilmiah adalah justru terletak pada penafsiran cara berpikir ilmiah sebagai cara
berpikir rasional, sehingga dalam pandangan yang dangkal akan mengalami
kesukaran membedakan pengetahuan ilmiah dengan pengetahuan yang rasional. Oleh
sebab itu, hakikat berpikir rasional sebenarnya merupakan sebagian dari
berpikir ilmiah sehingga kecenderungan berpikir rasional ini menyebabkan
ketidakmampuan menghasilkan jawaban yang dapat dipercaya secara keilmuan
melainkan berhenti pada hipotesis yang merupakan jawaban sementara.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Filsafat ?
2.
Bagaimana Awal Munculnya Filsafat ?
3.
Apa Saja Klasifikasi Filsafat ?
4.
Apa Karakteristik Filsafat ?
5.
Apa Kegunaan Filsafat ?
C.
Tujuan
1.
Untuk Mengetahui Apa Pengertian Filsafat
2.
Untuk Mengetahui Bagaimana Awal Munculnya Filsafat
3.
Untuk Mengetahui Apa Saja Klasifikasi Filsafat
4.
Untuk Mengetahui Apa Karakteristik Filsafat
5.
Untuk Mengetahui Apa Kegunaan Filsafat
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Filsafat
Kata
falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari
bahasa Arab فلسة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia.
Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata
(philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = “kebijaksanaan”). Sehingga
arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau “ilmu”. Kata
filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk
terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang
mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”. Definisi kata filsafat bisa
dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa
dikatakan bahwa “filsafat” adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena
kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Ini didalami tidak dengan
melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan
mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan
argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari
proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini
secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi
falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Logika
merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat.
Hal itu membuat filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu
berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan
couriousity ‘ketertarikan’. Manusia Yunani pertama-tama mencoba menerangkan
dunia dengan kejadian-kejadian yang menyertainya secara mitologis dan lepas
dari kontrol rasio. Selanjutnya semuanya itu kemudian diterangkan dan disusun
secara sistematis karena dengan mencari suatu keseluruhan yang sistematis,
mereka mampu mengerti hubungan antara mite itu dan menyingkirkan mite yang tak
dapat dicocokkan dengan mite yang lain.
Pemikiran
mitologis tersebut dikaitkan dengan pemikiran keagamaan. Alasan mereka adalah,
‘karena makhluk-nakhluk merupakan dasar alam, maka makhluk-makhluk itu perlu
dipuja dan disembah. Akibat dari berkembangnya kesusasteraan Yunani dan
masuknya ilmu pengetahuan serta semakin hilangnya kepercayaan akan kebenaran
yang diberikan oleh pemikiran keagamaan, peran mitologi kemudian secara
perlahan-lahan digantikan oleh logos (rasio/ ilmu). Pada saat inilah, para
filsofof kemudian mencoba memandang dunia dengan cara yang lain yang belum pernah
dipraktekkan sebelumnya, yaitu berpikir secara ilmiah.
Dalam
mencari keterangan tentang alam semesta, mereka melepaskan diri dari hal-hal
mitis yang secara turun-temurun diwariskan oleh tradisi. Dan selanjutnya mereka
mulai berpikir sendiri. Di balik aneka kejadian yang diamati secara umum,
mereka mulai mencari suatu keterangan yang memungkinkan mereka mampu mengerti
kejadian-kejadian itu. Dalam artian inilah, mulai ada kesadaran untuk mendekati
problem dan kejadian alam semesta secara logis dan rasional.
Sebab
hanya dengan cara semacam ini, terbukalah kemungkinan bagi
pertanyaan-pertanyaan lain dan penilaian serta kritik dalam memahami alam
semesta. Semangat inilah yang memunculkan filosof-filosof pada jaman Yunani.
Filsafat dan ilmu menjadi satu. Dalam tradisi filsafat Barat, dikenal adanya
pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu. Tema-tema itu adalah:
ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Tema
pertama adalah ontologi. Ontologi membahas tentang masalah “keberadaan” sesuatu
yang dapat dilihat dan dibedakan secara empiris (kasat mata), misalnya tentang
keberadaan alam semesta, makhluk hidup, atau tata surya. Tema kedua adalah
epistemologi. Epistemologi adalah tema yang mengkaji tentang pengetahuan
(episteme secara harafiah berarti “pengetahuan”). Epistemologi membahas
berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu
pengetahuan. Tema ketiga adalah aksiolgi. Aksiologi yaitu tema yang membahas
tentang masalah nilai atau norma sosial yang berlaku pada kehidupan manusia.
Nilai sosial .
B.
Awal
Persoalan Munculnya Filsafat
Filsafat,
terutama Filsafat Barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M..
Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir-pikir dan berdiskusi akan
keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan
diri kepada agama lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Banyak
yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang
beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya
sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta
pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas. Orang Yunani pertama
yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat
Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates,
Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah
murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain
hanyalah “Komentar-komentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh
Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.
C.
Klasifikasi
filsafat
Dalam
membangun tradisi filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama ,
menanggapi, dan meneruskan karya-karya pendahulunya sesuai dengan latar
belakang budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun.
Oleh karena itu, filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan
latar belakang budayanya. Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori
besar menurut wilayah dan menurut latar belakang agama. Menurut wilayah bisa
dibagi menjadi: “Filsafat Barat”, “Filsafat Timur”, dan “Filsafat Timur
Tengah”. Sementara latar belakang agama dibagi menjadi: “Filsafat Islam”,
“Filsafat Budha”, “Filsafat Hindu”, dan “Filsafat Kristen”.
·
Filsafat Barat
‘‘‘Filsafat
Barat’’’ adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di
universitas-universitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini
berkembang dari tradisi falsafi orang Yunani kuno. Tokoh utama filsafat Barat
antara lain Plato, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel,
Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul
Sartre.
·
Filsafat Timur
‘‘‘Filsafat
Timur’’’ adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di
India, Tiongkok dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya.
Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama.
Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat,
terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat ’an sich’ masih
lebih menonjol daripada agama. Nama-nama beberapa filsuf Timur, antara lain
Siddharta Gautama/Buddha, Bodhidharma, Lao Tse, Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga
Mao Zedong.
·
Filsafat Timur Tengah
‘‘‘Filsafat
Timur Tengah’’’ ini sebenarnya mengambil tempat yang istimewa. Sebab dilihat
dari sejarah, para filsuf dari tradisi ini sebenarnya bisa dikatakan juga
merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah
yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam (dan juga
beberapa orang Yahudi!), yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah
dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafi mereka. Lalu mereka
menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan
ketika Eropa setalah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan
melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini mempelajari
karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh
orang-orang Eropa. Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah: Avicenna(Ibnu Sina),
Ibnu Tufail, Kahlil Gibran (aliran romantisme; kalau boleh disebut bergitu)dan
Averroes.
·
Filsafat Islam
‘‘‘Filsafat
Islam’’’ bukanlah filsafat Timur Tengah. Bila memang disebut ada beberapa nama
Yahudi dan Nasrani dalam filsafat Timur Tengah, dalam filsafat Islam tentu
seluruhnya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam
dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik
menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun
kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid.
Maka, bila dalam filsafat lain masih ‘mencari Tuhan’, dalam filsafat Islam justru
Tuhan ‘sudah ditemukan.’
·
Filsafat Kristen
‘‘‘Filsafat
Kristen’’’ mulanya disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi tantangan
zaman di abad pertengahan. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada
dalam zaman kegelapan (dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan kembali
kepercayaan agamanya. Tak heran, filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah
ontologis dan filsafat ketuhanan. Hampir semua filsuf Kristen adalah teologian
atau ahli masalah agama. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas, Santo Bonaventura,
dsb.
D.
Karakteristik
filsafat
Sesuai
dengan definisi Endang syaifuddin ansori bahwa filasat adalah meliputi tentang hakikat semua yang ada secara
radikal, integral, dan sistematis. Dari pengertian tersebut secara tidak
langsung telah dijelaskan tentang karakteristik filsafat yang meliputi radikal,
integral dan sistematis. Berfilsafat adalah berfikir, namun tidak semua
berfikir adalah berfilsafat. Berfikir filsafat mempunyai karakteristik atau
ciri-ciri khusus. Bermacam-macam buku menjelaskan cirri-ciri berfikir filsafat
dengan bermacam-macam pula. Tidak lain diantaranya akan dijelaskan sebagai
berikut.
§ Radikal
Berfilsafat
berarti berfikir radikal. Filsuf adalah pemikir yang radikal. Karena berfikir
secara radikal, ia tidak akan pernah berhenti hanya pada suatu wujud realitas
tertentu. Keradikalan berfikirnya itu akan senantiasa mengobarkan hasratnya
untuk menemukan realitas seluruh kenyataan, berarti dirinya sendiri sebagai
suatu realitas telah termasuk ke dalamnya sehingga ia pun berupaya untuk
mencapai akar pengetahuan tentang dirinya sendiri. .
§ Integral
Integral
yang berarti mempunyai kecenderungan untuk memperoleh pengetahuan yang utuh
sebagai suatu keseluruha atau filsafat memandang objeknya secara integral.
§ Sistematis
Sistematis
disini artinya susunan dan urutan (hierarki), juga kaitan suatu masalah dengan
materi atau masalah lain yang terdapat pada filsafat. Lantas, apa yang dimaksud
dengan materi atau permasalahn filsafat dan bagai mana susunan dan hubungan
satu masalah dengan masalah yang terjadi
E.
Kegunaan
Filsafat
Adapun
kegunaan filsafat yaitu :
Pada
umumnya dapat dikatakan bahwa dengan belajar filsafat semakin menjadikan orang
mampu untuk menagani berbagai pertanyaan mengajar manusia yang tidak terletak
dalam wewenang metodis ilmu-ilmu khusus. Menambah ilmu pengetahuan sehingga
dapat membantu penyelesaian masalah dengan bijaksana, membuat manusia hidup lebih
tanggap (peka) terhadap diri dan lingkungannya.
Kegunaan
filsafat ialah untuk memperoleh pengertian (makna) dan untuk menjelaskan gejala
atau peristiwa alam dan sosial. Orang berfilsafat harus mampu menjelaskan
hubungan antara sebab dan akibat, antara bentuk dan isi. Dalam studi filsafat untuk memahaminya secara
baik paling tidak kita harus mempelajari lima bidang pokok yaitu:
§ Metafisika
Metafisika
merupakan cabang filsafat yang membuat suatu bagian dari persoalan filsafat
yang Membicarakan tentang prinsip-prinsip yang paling universal dan Membicarakan
suatu yang bersifat keluarbiasaan
§ Epistemology
Epistemology
lazimnya disebut teori pengetahuan yang secara umum membicarakan mengenai
sumber-sumber, karakteristik dan kebenaran pengetahuan.
§ Logika
Logika
adalah bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas, aturan, dan tatacara
penalaran yang betul.
§ Etika
Etika
atau filsafat perilaku sebagai satu cabang filsafat yang membicarakan
“tindakan” manusia, terdapat dua hala permasalahan, yaitu yang menyangkut
“tindakan” dan “baik-buruk”. Dalam
pemahaman “etika” sebagai pengetahuan mengenai norma baik-buruk dalam tindakan
mempunyai persoalan yang luas.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kata
falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari
bahasa Arab فلسة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia.
Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata
(philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = “kebijaksanaan”). Sehingga
arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau “ilmu”. Kata
filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk
terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang
mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”. Definisi kata filsafat bisa
dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa
dikatakan bahwa “filsafat” adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena
kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Logika merupakan sebuah ilmu yang
sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filsafat
menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping
nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan couriousity
‘ketertarikan’. Manusia Yunani pertama-tama mencoba menerangkan dunia dengan
kejadian-kejadian yang menyertainya secara mitologis dan lepas dari kontrol
rasio. Selanjutnya semuanya itu kemudian diterangkan dan disusun secara
sistematis karena dengan mencari suatu keseluruhan yang sistematis, mereka
mampu mengerti hubungan antara mite itu dan menyingkirkan mite yang tak dapat
dicocokkan dengan mite yang lain.
B.
Saran
Kami
merasa makalah ini sangat memiliki kekurangan maka diharapkan bagi pembaca dan
pencari referensi untuk juga membaca pada sumber lain.
DAFTAR PUSTAKA
Asmoro,
Acmadi.2010. Filsafat Umum. Jakarta:
Karya Group
Ismaun.2000.
Catatan Kuliah Filsafat Ilmu (Jilid 1 dan
2). Bandung: UPI
Jujun
S Suriasumantri, 1996. Filsafat Ilmu,
Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Syarifudin,
Amir. 2010. Filsafat Islam. Jakarta:
Kencana Predana Group
Jumantoro,
Totok. 2016. Macam-Macam Filsafat.
Jakarta: Amzah.
Makalah Ini Disusun Oleh Tim Kepala Bagian Informasi Dan Publikasi Pesantren Dayah Nurul Faizin Al-Munawwarah Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya Provinsi Aceh Indonesia 24184 Melalui pengutipan sumber yang tersebar di blog-blog/websit-website
Kami Mengizinkan Makalah ini untuk di Copy Paste, cetak, dan di bagikan untuk siapapun. Kami Hanya Berharap Dari Pihak Pembaca Untuk Mendonasikan Sedikit hartanya (Serelanya, kami tidak memaksa) Untuk PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN DAYAH NURUL FAIZIN AL-MUNAWWARAH.
Donasi Dapat anda kirimkan ke Alamat kami di : Jalan Kuala Tari Desa Beurandeh Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya Provinsi Aceh Negara Indoensia. Atau bisa juga transfer melalui Bank, No rekening Bisa Di Dapatkan dengan Telp/Sms/Whatsaap : 082274551246. (No. Rekening nanti akan kami kirimkan, Sengaja kami rahasiakan untuk menjamin bahwa donasi anda benar-benar sampai kepada kami ).
Kunjungi Media kami Agar anda lebih yakin dengan kami di :
Link Grup Whatsaap : https://chat.whatsapp.com/JMYI7uNZjDE93W08hWTFDa (Untuk Memantau Proses penggunaan Donasi Anda)
Hape/sms/Whatsaap : 082274551246 (Untuk Informasi)
web : http://dayahnurfa.blogspot.com (Untuk Menambah Pengetahuan)
Facebook : https://facebook.com/dayahnurulfaizin (Untuk Lebih Dekat Dengan Kami Dan Memantau Penggunaan Donasi Anda)
Email : www.dayahnurulfaizin@gmail.com
Share/Bagikan Keteman, kerabat, Dan Famili Anda.....
Note : Semua sumber berasal dari blog/website lain, Adanya buku dan penulis di Daftar Pustaka/Sumber adalah merupakan bawaan dari blog asal. Daftar Pustaka/Sumber Dalam Makalah/Tulisan Ini ada beberapa yang di buat-buat untuk beberapa keperluan. Sedangkan Isinya Kami Yakin 100 Persen akurat bisa dibandingkan dengan berbagai blog lainnya. Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar